Saya tidak tahu harus berkata apa mengenai Bangsa kita yaitu Bangsa Indonesia. Kita hidup di era setelah masa penjajahan. Akan tetapi, kita masih dijajah oleh Bangsa kita sendiri. Mengapa begitu? Ya, karena "korupsi" bisa kita sebut sebagai penjajah masa kini (modern).
Padahal, orang yang korupsi (sebut saja "koruptor"). Menyandang status pendidikan yang tinggi, dan memiliki jabatan yang tinggi (umumnya), masih melakukan korup
si. Membuktikan bahwa mutu pendidikan kita masih rendah. Apa hubungannya antara korupsi dengan pendidikan? Coba saja anda ingat. Seberapa sering anda diberi ajaran mengenai kewajiban kita menghindari untuk menjadi koruptor dari para pendidik kita. Jikapun ada, cobalah Anda nilai besarnya kualitas dan bobot ajaran yang diberikan oleh para pendidik kita.
Oke, kita langsung ke studi kasus yang paling kecil dalam kehidupan sehari-hari kita. Contoh: Oh, iya. Sebelumnya, Saya mau bertanya terlebih dahulu. Pernahkah anda, dimintai tolong oleh para pendidik anda atau orangtua anda ataupun kerabat anda untuk membeli sesuatu yang mereka perlukan? Lalu anda berbohong mengenai nilai uang kembali setelah anda membeli apa yang mereka perlukan. Misal (ini hanya contoh ya, jangan tersinggung), anda dimintai tolong untuk membeli barang X (barangnya bisa apa saja, tergantung yang minta tolong) dengan harga misalnya Rp 22.500,- di tempat biasa anda membeli. Dan anda diberi uang Rp. 50.000,- . Lalu anda mengembalikan uang sebesar Rp 26.000,- . Lalu anda mengatakan bahwa harganya sudah naik. Padahal harganya tetap seperti itu. Bagaimana menurut anda? Apakah anda mengerti tentang studi kasus ini?
Oke, kita kembali ke pokok permasalahan kita yaitu pendidikan. Saat ini, mungkin kita sudah lupa betapa pentingnya ajaran tentang menghindari untuk menjadi koruptor. Karena, pentingnya hal ini akan mempengaruhi masa depan. Anda tinggal pilih, mau yang jujur walau berbuat salah atau selalu melakukan kebohongan ujung-ujungnya melakukan korupsi dan ditanyai macam-macam oleh KPK, ICW, dan lembaga anti-korupsi lainnya. Kalau saya pilih yang jujur walau berbuat salah. Saya tidak mau ditanyai macam-macam oleh KPK, ICW, dan lembaga anti-korupsi lainnya. Dan saya ingin menjadi pelopor anti-korupsi, anti-kebohongan, anti-kriminalitas dan anti-narkoba(yang penting menjadi pelopor anti segala macam kejahatan). Gayamu le...(Huh? Maksudnya saya, bukan anda).
Tapi, benar. Jika kita mulai dengan kebiasaan yang baik, maka kita akan mendapatkan hasil yang baik pula di masa depan. Walaupun tidak sekarang. "Mulailah hal-hal yang baik dari sekarang, sebelum terlambat" atau "Sedia payung, sebelum hujan"(pepatah ini saya lebih mereferensi kepada masalah sebagai hujan).
Disinilah akhir dari artikel ini. Jika ada kesamaan dalam kehidupan sehari-hari anda, harap dimaklumi. Jika ada kesamaan artikel, bukan berati jiplakan atau copas(istilah copy-paste). Ini adalah hasil dari pemikiran saya. Karena saya merasa sulit, jika harus mengecek satu per satu setiap blog. Karena blog bisa ratusan, ribuan bahkan jutaan blog yang tersebar di internet. Demikian dari saya, saya mengucapkan terimakasih karena berkunjung ke halaman ini.
NB: Jika anda masih merasa tersinggung, silahkan anda tinggalkan komentar anda ditempat yang telah disediakan. Saya siap menerima kritikan dan saran anda sebagai acuan untuk artikel berikutnya. Jika ada bahasa yang kurang berkenan di hati anda, mohon dimaklumi. Karena, inilah gaya bahasa saya.
No comments:
Post a Comment